Dalam program pemagangan AITI setiap tahun menerima hasil evaluasi masing-masing trainee yang masih menjalani kontrak magang di Jepang, evaluasi dimaksud meliputi skill, knowledge, attitude dan penguasaan bahasa Jepang serta komentar-komentar tentang kesehatan para trainee, khususnya terhadap trainee yang baru tiba di Jepang. Masukan-masukan tersebut telah dijadikan dasar untuk meningkatkan kualitas trainee termasuk juga dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan dan keimanannya.
Sebagaimana telah diketahui dari pengalaman mengadakan seleksi calon trainee, kurang lebih 30% gagal karena kesehatannya dinyatakan un fit for work, penyebab kegagalan tersebut antara lain karena calon trainee mengidap buta warna, HBS Ag tinggi, TBC, darah tinggi, spilis, hasil ECG tidak normal. Keadaan tersebut menunjukkan bahwa assessment kesehatan pada tahap seleksi telah dilakukan seoptimal mungkin oleh klinik laboratorium yang ditunjuk yaitu PRAMITA UTAMA.
Item pemeriksaan dan nilai rujukan yang digunakan telah sesuai referensi pemeriksaan kesehatan yang dibuat oleh klinik perusahaan MITSUI, selain itu Selama pelatihan diberikan juga penyuluhan tentang budaya sehat selama bekerja di Jepang dan satu minggu sebelum berangkat diadakan final test serta dibekali obat untuk pengobatan penyakit ringan dengan jumlah yang cukup untuk keperluan selama 3 (tiga) bulan untuk setiap group (8 orang ).
Langkah-langkah tersebut dimaksudkan agar kondisi kesehatan trainee, walaupun dari hasil medical check up pada tahap seleksi dinyatakan FIT FOR WORK, selalu diupayakan bahwa selama mengikuti pelatihan-pelatihan persiapan pra pemberangkatan sampai tiba saat pemberangkatan harus dalam keadaan tetap FIT.